Working Mom vs Stayed at Home Mom

Kemaren sempet baca postingan di kompasiana tentang working mom vs stay at home mom, jd inget kalo dulu aku juga pernah diskusi sama seseorang soal ini.. jadi pengen nulis juga pendapatku soal ini.. first of all ini pendapatku dan ini jelas pasti ada yang ga setuju jd ga usah ‘pakeukeuh keukeuh’ soal siapa yg salah n siapa yg bener yah.. just my point of view

jadi dulu sempet pernah diskusi sama seseorang yang sudah menikah tapi dia ga bekerja yang alasannya tentu saja karena dia pengen ngurus anak di rumah. disana diskusinya berkembang soal perdebatan kalo cewe mendingan ga kerja karena alasan2 tertentu. pertama2 saya belum menikah jadi mungkin bisa dibilang saya disini cuman ngasih pandangan dari pihak ketiga dalam artian saya ngasih pendapat yang belum bisa saya buktikan sendiri karena saya sendiri belum menikah

seseorang itu bilang, seorang wanita lebih baik di rumah karena kodrat wanita yang emang harusnya ngurus anak dan suami jadi ga usah kerja karena itu urusan bapa rumah tangga. sedangkan wanita tugasnya ngurus keluarga biar ga amburadul soalnya menurut dia wanita yang bekerja pasti ga punya waktu untuk ngurus keluarga karena dia sibuk kerja jadi ga bisa sepenuhnya ngurus anak di rumah. plus suaminya juga yang bilang katanya “ngapain cape2 kerja, saya bisa cari uang. cewe sih ujung2nya masuk dapur juga, mendingan di rumah aja” so walaupun dia pernah kuliah tetep dia memutuskan untuk ga bekerja. intinya dia ngerasa kalau ibu rumah tangga lebih bisa ngurus keluarga ketimbang wanita yang kerja.

setelah denger pendapat dia, saya yang emang bekerja gemes juga buat berkomentar.

menurut saya, wanita bekerja sama ibu rumah tangga sama2 bisa mengurus keluarga. emangnya semua ibu yang ga bekerja dijamin bisa mencetak anak yang amat sangat sukses? kayanya ga juga. saya tau wanita yang ga kerja tapi anaknya jadi pemakai narkoba, dan saya kenal seorang wanita karier yang anaknya juara umum di sekolahnya. jadi tidak selalu ibu yang tidak bekerja bisa membuat anaknya menjadi lebih baik dari anak seorang wanita karier.

ketika orang bilang “kan ada ayatnya kalo kodrat laki2 adalah memberi nafkah keluarga sedangkan kodrat wanita adalah mengurus keluarga” iya emang bener, tapi dalam Quran juga ga ada larangan wanita untuk bekerja. saya baca di salah satu situs (http://slamet-haryono.blogspot.com/2013/03/hukum-islam-istri-bekerja.html) kalau ada ayat Al-Quran yang menjelaskan umat muslim untuk bekerja, dan disitu ga dikhususkan untuk laki2

Katakanlah (wahai Muhammad), bekerjalah kalian! maka Alloh, Rasul-Nya, dan para mukminin akan melihat pekerjaanmu“  (QS. At-Taubah:105)

jadi sebenernya Allah juga ga melarang kita buat bekerja. jadi kalau ada laki2 yang bilang “cewe kan ujung2nya masuk dapur juga jadi ngapain kerja, udah cukup saya yang cari uang buat kamu” saya ga setuju. kalo misalkan ternyata (amit2) suaminya kena phk atau bisnisnya lagi ga bagus, kalo istri ga punya tambahan, gimana mau ngebiayain makan dan sekolah anak? setidaknya kalau istri bekerja keuangan ga terlalu ngedrop ketika ada apa2 sama pendapatan suami.

trus katanya wanita yang bekerja ga bisa meluangkan waktu sama anaknya. ok emang wanita yang bekerja ga akan 100% bersama2 anaknya, tapi asalkan wanita itu bisa bagi waktu, saya yakin anaknya ga akan merasa ditelantarkan. ibu saya bekerja, dan saya diasuh oleh pembantu. tapi sampai sekarang saya ga pernah merasa tidak dekat dengan ibu saya, karena ibu pintar mengatur waktu antara bekerja dan rumah tangga.

walaupun saya mendukung wanita untuk bekerja, tapi saya setuju kalau keluarga memang nomor satu. wanita yang bekerja menurut saya ga usah harus fokus mengejar karier sampai terlalu tinggi karena itu pasti akan menyita banyak waktu. saya seorang PNS dan tujuan saya menjadi PNS adalah karena waktu kerja yang pasti sehingga saya bisa menyesuaikan jadwal saya dengan keluarga kalau saya menikah nanti.

intinya saya hanya memberi pendapat bahwa wanita bekerja itu tidaklah buruk, selama dia masih bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga, menurut saya ga ada masalah. jangan menilai kalau wanita bekerja itu tidak perduli dengan keluarga, karena menurut saya wanita yang bekerja itu adalah wanita yang menyayangi orang tua dan keluarganya sendiri. dia menyayangi orang tua karena dia tidak ingin menyia2kan ilmu yang diperoleh dari kuliah yang dibiayai oleh orang tua sehingga dimanfaatkan dalam pekerjaan dimana uang hasil dari pekerjaan tersebut juga dapat membantu orang tuanya. wanita bekerja juga menyayangi suami dan anaknya karena saya yakin mereka bekerja dan mendapatkan penghasilan yang pastinya digunakan untuk kepentingan suami dan anaknya.

hargailah setiap keputusan seseorang. baik ibu rumah tangga atau wanita karier, semuanya memiliki peluang yang sama dalam mendidik anak menjadi orang yang sukses. jadi lakukanlah apa yang kamu yakini 🙂

tapi sebenernya saya ga recommend buat terlalu telat nikah sih (ohok ohok.. kaya saya …ohok ohok) hehe.. tapi saya ambil hikmahnya. walaupun saya belum menikah, saya sudah bisa merasakan membiayai orang tua, mengurus orang tua, menikmati hasil jerih payah sendiri, dan banyak mendapat ilmu dari orang2 yang sudah menikah di sekitar saya. jadi kalau saatnya tiba saya menjadi seorang istri dan ibu, mudah2an saya bisa menjalankannya dengan baik karena saya sudah mendapat bekal sebelumnya hehe.. aminnnnn 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s